Skip to main content

Nyatanya Teknologi Belum Bisa Meredam Rindu


                Sebab rindu kepada seseorang terkasih dapat membuncah karena adanya jarak, dengan adanya jarak disitulah rindu dapat bergerak. hingga terasa dalam hati sanubari terdalam kita masing masing.

                Dampak dari wabah virus corona, membuat banyak orang tengah memendam rindu. Iya, rencana mudik lebaran ke kampung halaman harus ditangguhkan oleh mereka demi menjaga umat di negeri ini agar terhindar dari virus menular corona covid-19.


                Ada anak  yang merantau untuk bekerja harus rela menahan kerinduan kepada Ibu dan Bapaknya di rumah, ada suami yang sedang menjalani kewajiban mencari rezeki harus menunda perjumpaanya dengan  anak dan istri, dan ada pula para pelajar dan mahasiswa yang menempuh pendidikan jauh dari asalnya memilih mengurungkan niat untuk pulang dii hari lebaran, karena kesadaranya akan pentingnya memutus rantai penularan virus corona covid- 19.

                Lebaran Idul Fitri 1441 Hijriyah memang berbeda dari tahun tahun sebelumnya, mungkin masih bisa terbayang oleh kita semua bagaimana tahun lalu bisa melantunkan gema takbir bersama keluarga di rumah, masih lekat diingatan rasa sedih dan haru tatkala sungkem memohon maaf kepada orang tua kita masing masing. Dan masih juga terang dalam ingatan kita gelak canda tawa kebersamaan di hari lebaran bersama sanak saudara, menikmati hidangan makanan khas lebaran. Dan semua kenangan itu tak luput terabadikan oleh kamera saku kita masing masing sebagai obat rindu di tanah rantau.


                Alembana kenangan dan romantisme lebaran bersama keluarga mene sertamui wujud lain pada tahun ini, perjumpaan kita dengan keluarga serta sanak saudara hanya dapat dijembatani dengan telepon video virtual, wajah keluarga terkasih hanya dapat kita pandang dalam layar gawai dengan ukuran tebatas itu. Rasa rasanya walau masih dapat berkomunikasi melalui telepon video virtual, masih tetap ada yang mengganjal di hati yang paling dalam.

  atau kehidupan normal baru sangat terasa bagi umat muslim  saat perayaan hari  lebaran. Realitas new normal yang sedang terjadi sekarang ini memang menyisakan isak keharuan yang luar biasa, rindu banyak orang yang ingin pulang harus terhambat, bahkan bias berubah menjadi dendam kesumat. Benar, rindu memang harus di bayar dengan tuntas, agar seperti dendam yang menamui tuanya.

Semoga kita bias bersambut gayung dengan Ramadan serta Idul Fitri tahun depan dapat kita rayakan dengan hikmat dan sudah barangtentu bersama keluarga dan sanak saudara di kampung halaman.

Comments

Popular posts from this blog

Dibuang Sayang 3

Tadabur Ilmu Sosial Profetik Kuntowijoyo Oleh   : Rendi Eko Budi S / Mahasiswa S1 Ilmu Komunikasi UMY 2014 Menilik sekilas perkembangan ilmu pengetahuan dalam sejarah, dapat kita bagi berdasarkan periodesasi filsafat, yang biasanya sering dimulai dari zaman Yunani kuno, dalam kurun waktu 624 – 370 SM. Dalam kurun waktu di tahun tersebut berkembanglah pengetahuan dan keyakinan yang bermula dari kepercayaan mitologi dan dewa dewa, serta pandangan sentral akan asal muasal alam raya, atau dapat juga disebut dengan kosmosentrisme. Beranjak dari pelbagai mitologi yunani, hadirlah para filosof zaman Yunani kuno yang dapat disebut juga filosof pra Socrates: Filsafat Alam, banyak filosof yang lahir di zaman ini seperti Thales, Phytagoras, Heraklitus, Demokritus dan masih banyak lagi. Para filosof itu mencetuskan buah pikiranya, dengan seri diskursus kosmosentris melalui berbagai cara memperolehnya (epistimologi) baik secara empiris, rasional maupun intuisi, yang selanjutnya buah dar...

Kesunyian Übermensch om berkumis

Gambar berasal  di sini Bagiku, dalam hal pendiasporaan sangatlah dibutuhkan kekuatan "organik" yang berangkat dari akar rumput, maka dari itu sangatlah perlu kita meluaskan pandangan dan pengetahuan, "mekanik" akan selalu menjadi patronya untuk mencapai suatu etikat kebersamaan dan kebijaksanaan. kekuatan organik yang dipupuk sejak awal, dengan penuh kasih dan perenungan pastilah sangat menghindari  "itik se attelor, ajam se ngeremme" .  kekuatan itu akan selalu diharapkan semua umatnya. karena lahir untuk mengasihi semua umatnya, dan dimiliki oleh bersama dalam satu ikatan kebersamaan.(Rendi)

Peradaban jogja

Oleh   : Rendi Eko Budi S / komfak fisipol umy Jogja   kota menawan bagi para pelajar dan wisatawan Jogja menyimpan genangan cakrawala ilmu bagi setiap insan Jogja punya seribu satu cerita tentang problematika kehidupan                 Disana, terlahir cendikiawan abadi dan berpendidikan                 Bersama kisah pilu merebut kemerdekaan Jogja punya cerita cinta dengan pelancong kehidupan Cinta, budaya, agama, warna dan angkringan                 Kini, jogja ramai ringkih dan rentan                 Ramai, gedung pencakar yang mengusik nostalgia angkringan                ...