Oleh : Rendi Eko Budi S / komfak fisipol umy
Jogja kota menawan bagi para
pelajar dan wisatawan
Jogja menyimpan genangan cakrawala ilmu bagi setiap insan
Jogja punya seribu satu cerita tentang problematika kehidupan
Disana, terlahir
cendikiawan abadi dan berpendidikan
Bersama kisah
pilu merebut kemerdekaan
Jogja punya cerita cinta dengan pelancong kehidupan
Cinta, budaya, agama, warna dan angkringan
Kini, jogja
ramai ringkih dan rentan
Ramai, gedung
pencakar yang mengusik nostalgia angkringan
Ringkih akan
kebijakan yang bukan bukan
Bukan untuk
kami, kami yang tak punya ini itu di kehidupan
Oh jogja, yang kini rentan
Rentan akan tangan yang bergerak karena uang kapitalisan
Cerita sejarah akan pembangunan yang mematikan kota peradaban,
Dari seluk beluk kemerdekaan
Digantung,
rakyat berlindung, dibawah tugu yang megah dibawah awan
Hujan dan
mendung, yang menjadi tangis
Tangis tanpa air mata
Tanpa air mata,
Tanpa air mata, dibwah kendali hitam dan putih catur dalam permainan

Comments
Post a Comment