Lihatlah ufuk di bagian barat. Kalau hari cerah, langit akan memancarkan warna jingga bernas, dari sorotan matahari yang mulai tenggelam di lautan luka dalam. Lukisan Tuhan yang mampu membuat banyak orang sejenak memandang, hingga gelap memayunginya. Tak sedikit orang dengan segenap ambisi sengaja menjemputnya. Dengan orang terkasih. Tengok saja sosok Sukab dalam roman Sepotong Senja Untuk Pacarku, buah pikiran Seno Gumira Ajidarma. Ia tak kenal patah arang untuk menghadiahkan potret sepotong senja untuk pacarnya. Alina. Tapi saya tidak akan membual kisah perjuangan asmara Sukab terhadap Alina, dan sepotong senjanya. Ini hanya secarik cerita biasa tentang senja dan kebersamaan, atau tentang bagaimana kita belajar menghilangkan kepemilikan terhadap suatu yang diciptakan untuk Bersama. Suatu sore, kala itu saya diajak kawan saya untuk sekedar menemaninya di sebuah coffee shop untuk menyelesaikan tugas akhir kuliahnya yang lama tidak ia sentuh dengan buah pikir...
Bunga Rampai Pikiran