Pernahkan kita merenung dengan bertanya, sejak kapan pemilu menjadi hajat kepentingan banyak orang, dan pernahkan kita merasa dan juga bertanya sudahkan ruh dan nilai demokrasi yang disalurkan melalui pemilu telah merasuk kedalam sendi sendi tubuh kita ?. Atau pernahkan kita berpikir apakah Indonesia bagian dari kita, atau kita adalah bagian dari Indonesia.
Seharusnya kita dapat belajar dari riuhnya momentum politik yang mendekat mengelilingi kehidupan, dan menawarkan harapan kehidupan baru dengan platform bernafaskan demokrasi. Karena sebagai manusia sejatinya kita harus tegak, berdiri di atas mimpi pribadi, menciptakan jalan harapan kehidupan untuk bersama, dan membawa kita pada harapan hidup yang tidak bergantung pada kekuatan orang lain. seperti perkataan Emha Ainun Nadjib yang perlu untuk direnungkan, bahwa jika manusia berada ditengah pasar kekuasaan politik yang pada akhrinya mengerucut pada satu hingga dua kekuatan, disitulah kita sebagai manusia harus dapat berdiri tegak, untuk tidak menggantungkan nasib dan harapan hidup pada segelintir kekuatan. karena pada akhirnya jual beli dalam pasar pemilu akan menuntun kita pada pengetahuan untuk mempertahankan kekuasaan.
Comments
Post a Comment