Skip to main content

Samudera Perenungan


Pernahkan kita merenung dengan bertanya, sejak kapan pemilu menjadi hajat kepentingan banyak orang, dan pernahkan kita merasa dan juga bertanya sudahkan ruh dan nilai demokrasi yang disalurkan melalui pemilu telah merasuk kedalam sendi sendi tubuh kita ?. Atau pernahkan kita berpikir apakah Indonesia bagian dari kita, atau kita adalah bagian dari Indonesia. 

Seharusnya kita dapat belajar dari riuhnya momentum politik yang mendekat mengelilingi kehidupan, dan menawarkan harapan kehidupan baru dengan platform bernafaskan demokrasi. Karena sebagai manusia sejatinya kita harus tegak, berdiri di atas mimpi pribadi, menciptakan jalan harapan kehidupan untuk bersama, dan membawa kita pada harapan hidup yang tidak bergantung pada kekuatan orang lain. seperti perkataan Emha Ainun Nadjib yang perlu untuk direnungkan, bahwa jika manusia berada ditengah pasar kekuasaan politik yang pada akhrinya mengerucut pada satu hingga dua kekuatan, disitulah kita sebagai manusia harus dapat berdiri tegak, untuk tidak menggantungkan nasib dan harapan hidup pada segelintir kekuatan. karena pada akhirnya jual beli dalam pasar pemilu akan menuntun kita pada pengetahuan untuk mempertahankan kekuasaan. 



Comments

Popular posts from this blog

Dibuang Sayang 3

Tadabur Ilmu Sosial Profetik Kuntowijoyo Oleh   : Rendi Eko Budi S / Mahasiswa S1 Ilmu Komunikasi UMY 2014 Menilik sekilas perkembangan ilmu pengetahuan dalam sejarah, dapat kita bagi berdasarkan periodesasi filsafat, yang biasanya sering dimulai dari zaman Yunani kuno, dalam kurun waktu 624 – 370 SM. Dalam kurun waktu di tahun tersebut berkembanglah pengetahuan dan keyakinan yang bermula dari kepercayaan mitologi dan dewa dewa, serta pandangan sentral akan asal muasal alam raya, atau dapat juga disebut dengan kosmosentrisme. Beranjak dari pelbagai mitologi yunani, hadirlah para filosof zaman Yunani kuno yang dapat disebut juga filosof pra Socrates: Filsafat Alam, banyak filosof yang lahir di zaman ini seperti Thales, Phytagoras, Heraklitus, Demokritus dan masih banyak lagi. Para filosof itu mencetuskan buah pikiranya, dengan seri diskursus kosmosentris melalui berbagai cara memperolehnya (epistimologi) baik secara empiris, rasional maupun intuisi, yang selanjutnya buah dar...

Kesunyian Übermensch om berkumis

Gambar berasal  di sini Bagiku, dalam hal pendiasporaan sangatlah dibutuhkan kekuatan "organik" yang berangkat dari akar rumput, maka dari itu sangatlah perlu kita meluaskan pandangan dan pengetahuan, "mekanik" akan selalu menjadi patronya untuk mencapai suatu etikat kebersamaan dan kebijaksanaan. kekuatan organik yang dipupuk sejak awal, dengan penuh kasih dan perenungan pastilah sangat menghindari  "itik se attelor, ajam se ngeremme" .  kekuatan itu akan selalu diharapkan semua umatnya. karena lahir untuk mengasihi semua umatnya, dan dimiliki oleh bersama dalam satu ikatan kebersamaan.(Rendi)

Peradaban jogja

Oleh   : Rendi Eko Budi S / komfak fisipol umy Jogja   kota menawan bagi para pelajar dan wisatawan Jogja menyimpan genangan cakrawala ilmu bagi setiap insan Jogja punya seribu satu cerita tentang problematika kehidupan                 Disana, terlahir cendikiawan abadi dan berpendidikan                 Bersama kisah pilu merebut kemerdekaan Jogja punya cerita cinta dengan pelancong kehidupan Cinta, budaya, agama, warna dan angkringan                 Kini, jogja ramai ringkih dan rentan                 Ramai, gedung pencakar yang mengusik nostalgia angkringan                ...