Nganu
Uangku Tinggal duaratus ribu
Tersimpan di tabunganku
Bekal hidup di masa kuliahku
Malam itu, kuputuskan nonton film itu
Berdua bersama temanku
Serial ke 2 film itu, nganu
Disela itu banyak tugas ini dan itu
Ditambah kegiatan IMM ku
Letihlah aku, tapi nganu
April,
diakhir bulan ini bioskop-bioskop di Indonesia maupun asia tenggara sedang
kedatangan animo yang cukup luar biasa, sajian film serial kedua berjudul “ Ada
Apa Dengan Cinta 2” atau yang biasa disingkat AADC2. Film yang disutradarai
oleh sutradara kondang di nusantara RIri Riza, film ini lanching di akhir bulan
april, namun. Animo masyarakat yang sebenarnya cukup banyak, menurut penulis
tetap saja kurang besar persentase penontonya, bagaimana tidak film karya
sineas Indonesia dihantam dengan film Impor “ Captain Amerika : Civil War “,
hal ini terlepas dari komoditi film dewasa ini dari karya hingga “kaya”.
Malam
itu, bersama teman sejawatku, membulatkan tekat untuk membaca film disalah satu
bioskop yang ada di kota Jogja. Yang menarik dan singkat cerita itu adalah kali
kedua aku membaca film di bioskop, dan untuk temanku barulah memecah perawan
XXI di jalan Urip Sumoharjo. AADC2 film yang akan kami baca, masuk lewat tiket
yang dibeli lewat calo yang berteriak sana-sini menawarkan, alhasil 2 tiket
seharga seratus dua puluh ribu rupiah kami beli, karena stok tiket untuk
hari ini sudah ludes.
Mesin
pendingin mulai menghantarkan, indra tubuh selaksa menerima cuaca dingin, XXI
yang kami pijaki tidak satu atap dengan pasar modern atau yang kerap dikata
Mall, yaitu gedung pencakar dengan segala kemewahanya, yang didalamnya terdapat
romansa kapitalisme yang mampu meng-Hegemoni setiap pengunjung yang datang.
Pukul 21:45 perempuan bersuara merdu berkata seraya menyerukan bahwa film yang
akan kami baca siap diputar, yang perempuan bersuara merdu itu bukan milik Dian
Sastro.
Kursi
nomor tiga dari belakang tepatnya yaitu B-19 dan B-18 kami duduki dengan
senyaman mungkin, semacam menduduki kabin mobil pribadi dengan mengatur jarak
antara badan, setir dan tuas pedal. Sound sistem Dolby terdengar nyaring
ditelinga kami. Sajian fasilitas yang cukup nyaman untuk kami para mahasiswa.
AADC2,
Riri Riza telah kesekian kalinya memasang aktor film Nicholas Saputra dalam
karya filmnya. Tak jauh beda karekter Nicholas dalam layar tetaplah dingin,
hingga laga sebagai seniman sastra melekat di peranya. Kali ini Nicholas dalam
film AADC2 sering di tandemkan oleh perempuan cantik menurut televise atau
memang ia benar cantik, dengan kulit putih langsatnya Dian Sastro dengan
sensualitasnya mampu membius penonton lelaki, apalagi pengambilan gambar medium
shoot dan extreme shoot sering diperlihatkan didepan layar, yang
mampu menambah jelas karakter dan ekspresi pemain.
Siapakah
target audiens, demografi penikmat film ini, terlepas dari film adalah suatu
mahakarya. AADC2 dengan romansa cintanya disepanjang waktu, banyak menuai
kritik. Bagaimana tidak. Usut diusut film serial pertama yang pernah melangit
sekitar belasan tahun yang lalu, tidak sesuai ekspetasi penonton di era-nya.
Film
ini juga mengangkat budaya, dimana Jogja diperlihatkan dengan asrinya, istimewa
dengan pariwisatanya. Berbanding terbalik dengan hari ini, dimana kebijakan
politik neoliberalime telah melahirkan tuan tuan baru. Sehingga kata istimewa
dari segi politis dan kritis semakin tergadaikan.
Film
ini keren dalam pengambilan gambarnya, hasilnya yang cukup bisu. Semakin
menambah kualitas AADC2 dari segi sinematografi, walaupun bersaing dengan Civil
Warnya America, AADC2 tak kalah mentereng. Jalan cerita AADC2 juga sesuai
dengan marketing filmnya, terlepas jika film merupakan suatu mahakarya.
Massifikasi rasa dalam AADC banyak tertuang oleh extreme shoot sebagai
komoditi sensual. AADC2 hanya beberapa memperlihatkan maskulinitas, sensualitas
dari keempat srikandi itu lebih menonjol.
Makna
dari AADC2 juga cukup syahdu dilihat, mungkin representasi dari kehidupan nyata
pembaca dan penonton film. Yang pasti apresiasi sekali untuk mahakarya ini,
berhasil meroket di asia tenggara dalam situasi film impor semakin drastis.
Aparatus film AADC2 cukup banyak, mungkin karena pengambilan gambar di luar
nusantara. Oke, cukup sampai disini saja.( mas rendi )
Tidak ada sumber referensi, bodynote, footnote dll

Comments
Post a Comment