Skip to main content

" Garuda " Tewas Di Lumbung Padi

Setelah menahan imbang Vietnam pada laga pertama dengan scor 2 -2 serta menelan pil pahit 0 - 4 dari Filipina di gelaran Piala Aff 2014, Timnas Indonesia kembali merajut asa untuk lolos ke semifinal. (28/11/14)  pukul 18.30 waktu Vietnam, Zulkifli dkk menantang grup kambing hitam Laos pada laga ketiganya. Indonesia memegang determinasi bola dan mendominasi  jalanya pertandingan, alhasil di menit ke 7 satu gol berhasil bersarang lewat tendangan keras kaki kiri Evan Dimas, pemain jebolan Timnas U – 19 itu mencetak gol dari jarak jauh 15 meter dari gawang Laos.
Dengan bermaterikan pemain apik Tim Garuda bermain solid pada 20 menit pertama, sebut saja pemain top seperti Zulkifli, Boaz, Gonzales, Ramdani  serta Hariono mereka beberapa kali mengancam pertahanan Laos hingga akhirnya di menit 19 pemain asal Persija Ramdani lestaluhu berhasil menceploskan bola ke mulut gawang lewat skill individunya, scor 2 – 0 untuk keunggulan Tim besutan Alfred Riedl.
Malapetaka bagi Timnas Garuda pada menit ke 26, aksi pemain belakang Supardi yang berupaya menekel penyerang Laos berbuah tendangan pinalti serta kartu merah untuk kubu Garuda, tak menyiakan kesempatan Laos berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 1 -2.
Bermain dengan 10 pemain Timnas Garuda dipaksa bertahan, momentum ini berhasil di manfaatkan kubu Laos untuk mencoba menyamakan kedudukan, beberapa serangan dari  Laos acap kali membahayakan gawang Timnas Garuda, beruntung keper I Made wirawan yang menggantikan posisi kurnia Meiga bermain apik, scor 2 – 1 untuk keunggulan Timnas Garuda di paruh pertama pertandingan.
Awal babak kedua di menit 49, pertandingan di buat riuh oleh asis Evan Dimas, lagi Ramdani Lestaluhu berhasil untuk kedua kalinya merobek jala Laos scor menjadi 3 -1. Untuk menambah daya gedor Alfred Riedl menarik striker Boaz Saloza dan digantikan oleh Zulham zamrun serta masuknya 2 gelandang kawakan Firman Utina dan M. Ridwan menjadi tambahan amunisi bagi Timnas Garuda untuk menambah jumlah gol. Walau hanya bermain dengan 10 orang Timnas Garuda tetap mempertahankan ritme dan gaya permainan. Hasilnya 2 gol kembali dapat bersarang lewat blunder pemain Laos serta gol apik Zulham Zamrun di menit akhir paruh kedua, Indonesia menutup kemenangan dengan scor telak 5 – 1 atas Laos. ( Rendi )  


Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Dibuang Sayang 3

Tadabur Ilmu Sosial Profetik Kuntowijoyo Oleh   : Rendi Eko Budi S / Mahasiswa S1 Ilmu Komunikasi UMY 2014 Menilik sekilas perkembangan ilmu pengetahuan dalam sejarah, dapat kita bagi berdasarkan periodesasi filsafat, yang biasanya sering dimulai dari zaman Yunani kuno, dalam kurun waktu 624 – 370 SM. Dalam kurun waktu di tahun tersebut berkembanglah pengetahuan dan keyakinan yang bermula dari kepercayaan mitologi dan dewa dewa, serta pandangan sentral akan asal muasal alam raya, atau dapat juga disebut dengan kosmosentrisme. Beranjak dari pelbagai mitologi yunani, hadirlah para filosof zaman Yunani kuno yang dapat disebut juga filosof pra Socrates: Filsafat Alam, banyak filosof yang lahir di zaman ini seperti Thales, Phytagoras, Heraklitus, Demokritus dan masih banyak lagi. Para filosof itu mencetuskan buah pikiranya, dengan seri diskursus kosmosentris melalui berbagai cara memperolehnya (epistimologi) baik secara empiris, rasional maupun intuisi, yang selanjutnya buah dar...

Kesunyian Übermensch om berkumis

Gambar berasal  di sini Bagiku, dalam hal pendiasporaan sangatlah dibutuhkan kekuatan "organik" yang berangkat dari akar rumput, maka dari itu sangatlah perlu kita meluaskan pandangan dan pengetahuan, "mekanik" akan selalu menjadi patronya untuk mencapai suatu etikat kebersamaan dan kebijaksanaan. kekuatan organik yang dipupuk sejak awal, dengan penuh kasih dan perenungan pastilah sangat menghindari  "itik se attelor, ajam se ngeremme" .  kekuatan itu akan selalu diharapkan semua umatnya. karena lahir untuk mengasihi semua umatnya, dan dimiliki oleh bersama dalam satu ikatan kebersamaan.(Rendi)

Peradaban jogja

Oleh   : Rendi Eko Budi S / komfak fisipol umy Jogja   kota menawan bagi para pelajar dan wisatawan Jogja menyimpan genangan cakrawala ilmu bagi setiap insan Jogja punya seribu satu cerita tentang problematika kehidupan                 Disana, terlahir cendikiawan abadi dan berpendidikan                 Bersama kisah pilu merebut kemerdekaan Jogja punya cerita cinta dengan pelancong kehidupan Cinta, budaya, agama, warna dan angkringan                 Kini, jogja ramai ringkih dan rentan                 Ramai, gedung pencakar yang mengusik nostalgia angkringan                ...