Skip to main content

ORIENTASI ! YANG PERLU MONEY


Orientasi yang sejatinya untuk mengenal dunia kampus untuk lebih bersosialisasi dan menjalin ukhuwah serta mendidik mahasiswa baru kini sudah jauh dari pengertian, benar dan terpuji adalah menempatkan sesuatu pada tempatnya seperti halnya pada saat kita membuang sampah. Akan tetapi yang entah dari mana datangnya berkata lain bagaimana bisa saat kami bangga masuk instansi impian kami disambut dengan pencideraan harga diri yang jauh dari apa yang kami rasakan ketika dijamu ibu guru di taman kanak kanak dan ketika kami mulai masuk sekolah dasar para pahlawan itu menyambut dengan senyum sapa yang amat sangat tulus.
Menengok, kenapa harus kita meletakan sesuatu tidak pada tempatnya, mengapa kita ingin ber taaruf untuk mengenal dunia baru kita harus merogoh kocek yang bisa dikatakan banyak, apakah makna dari semua ini, saat harga diri seseorang diciderai dan disamakan dengan seorang yang mengalami gangguan jiwa dan coba kita tengok sekarang berepa banyak mahasiswa yang berpacaran dan menganggap hal pacaran adalah biasa namun itu yang diharamkan dalam islam, berapa banyak mahasiswa yang merokok, dan masih banyak yang lainya. jika para tunas baru perguruan tinggi disambut dengan pelurusan aqidah dan iman itu akan lebih baik untuk menghilangkan pria yang merokok dan melanggar aturan instansi, baik untuk menghilangkan ipmawati dan ipmawan berpacaran sehingga visi dan misi suatu instansi bisa tercapaikan.

Sebuah Tanya kenapa kami harus memakai atribut yang lebih wajar jika dilihat dan dikenakan untuk orang yang terganggu jiwanya, kenapa kami harus merogoh kocek untuk mengenal instansi kami, dan saat kami melanggar itu semua masa depan kami suram akan tetapi biaya belajar sudah kami lunasi. Dimana sebuah instansi diseluruh negeri membutuhkan mahasiswa yang kritis namun masa depanya dibuat suram. Wahai perkumpulan brifing lihatlah dan jangan kau pandang, dimana saat anak meminta uang kepada orang tuanya hanya untuk membeli jajanan yang kecil namun banyak dan hedonis itu adalah bersenang senang dan hur hura sesaat. Inilah potret orientasi negeri ini, para muda negeri ini yang tak pernah melihat tetangga. Dan kami sayang kepada ibu dan bapak kami yang selalu berdoa agar buah hati nya lancar dan sukses menuntu ilmu diseberang sana. Kami tidak tega meneteskan air matanya maka dari itu jangan lah teteskan air mata ibu bapak kami !

Comments

Popular posts from this blog

Dibuang Sayang 3

Tadabur Ilmu Sosial Profetik Kuntowijoyo Oleh   : Rendi Eko Budi S / Mahasiswa S1 Ilmu Komunikasi UMY 2014 Menilik sekilas perkembangan ilmu pengetahuan dalam sejarah, dapat kita bagi berdasarkan periodesasi filsafat, yang biasanya sering dimulai dari zaman Yunani kuno, dalam kurun waktu 624 – 370 SM. Dalam kurun waktu di tahun tersebut berkembanglah pengetahuan dan keyakinan yang bermula dari kepercayaan mitologi dan dewa dewa, serta pandangan sentral akan asal muasal alam raya, atau dapat juga disebut dengan kosmosentrisme. Beranjak dari pelbagai mitologi yunani, hadirlah para filosof zaman Yunani kuno yang dapat disebut juga filosof pra Socrates: Filsafat Alam, banyak filosof yang lahir di zaman ini seperti Thales, Phytagoras, Heraklitus, Demokritus dan masih banyak lagi. Para filosof itu mencetuskan buah pikiranya, dengan seri diskursus kosmosentris melalui berbagai cara memperolehnya (epistimologi) baik secara empiris, rasional maupun intuisi, yang selanjutnya buah dar...

Kesunyian Übermensch om berkumis

Gambar berasal  di sini Bagiku, dalam hal pendiasporaan sangatlah dibutuhkan kekuatan "organik" yang berangkat dari akar rumput, maka dari itu sangatlah perlu kita meluaskan pandangan dan pengetahuan, "mekanik" akan selalu menjadi patronya untuk mencapai suatu etikat kebersamaan dan kebijaksanaan. kekuatan organik yang dipupuk sejak awal, dengan penuh kasih dan perenungan pastilah sangat menghindari  "itik se attelor, ajam se ngeremme" .  kekuatan itu akan selalu diharapkan semua umatnya. karena lahir untuk mengasihi semua umatnya, dan dimiliki oleh bersama dalam satu ikatan kebersamaan.(Rendi)

Peradaban jogja

Oleh   : Rendi Eko Budi S / komfak fisipol umy Jogja   kota menawan bagi para pelajar dan wisatawan Jogja menyimpan genangan cakrawala ilmu bagi setiap insan Jogja punya seribu satu cerita tentang problematika kehidupan                 Disana, terlahir cendikiawan abadi dan berpendidikan                 Bersama kisah pilu merebut kemerdekaan Jogja punya cerita cinta dengan pelancong kehidupan Cinta, budaya, agama, warna dan angkringan                 Kini, jogja ramai ringkih dan rentan                 Ramai, gedung pencakar yang mengusik nostalgia angkringan                ...