Orientasi yang sejatinya untuk mengenal dunia kampus untuk
lebih bersosialisasi dan menjalin ukhuwah serta mendidik mahasiswa baru kini
sudah jauh dari pengertian, benar dan terpuji adalah menempatkan sesuatu pada
tempatnya seperti halnya pada saat kita membuang sampah. Akan tetapi yang entah
dari mana datangnya berkata lain bagaimana bisa saat kami bangga masuk instansi
impian kami disambut dengan pencideraan harga diri yang jauh dari apa yang kami
rasakan ketika dijamu ibu guru di taman kanak kanak dan ketika kami mulai masuk
sekolah dasar para pahlawan itu menyambut dengan senyum sapa yang amat sangat
tulus.
Menengok, kenapa harus kita meletakan sesuatu tidak pada
tempatnya, mengapa kita ingin ber taaruf untuk mengenal dunia baru kita harus
merogoh kocek yang bisa dikatakan banyak, apakah makna dari semua ini, saat
harga diri seseorang diciderai dan disamakan dengan seorang yang mengalami
gangguan jiwa dan coba kita tengok sekarang berepa banyak mahasiswa yang
berpacaran dan menganggap hal pacaran adalah biasa namun itu yang diharamkan
dalam islam, berapa banyak mahasiswa yang merokok, dan masih banyak yang
lainya. jika para tunas baru perguruan tinggi disambut dengan pelurusan aqidah
dan iman itu akan lebih baik untuk menghilangkan pria yang merokok dan melanggar
aturan instansi, baik untuk menghilangkan ipmawati dan ipmawan berpacaran
sehingga visi dan misi suatu instansi bisa tercapaikan.
Sebuah Tanya kenapa kami harus memakai atribut yang lebih
wajar jika dilihat dan dikenakan untuk orang yang terganggu jiwanya, kenapa
kami harus merogoh kocek untuk mengenal instansi kami, dan saat kami melanggar
itu semua masa depan kami suram akan tetapi biaya belajar sudah kami lunasi.
Dimana sebuah instansi diseluruh negeri membutuhkan mahasiswa yang kritis namun
masa depanya dibuat suram. Wahai perkumpulan brifing lihatlah dan jangan kau
pandang, dimana saat anak meminta uang kepada orang tuanya hanya untuk membeli
jajanan yang kecil namun banyak dan hedonis itu adalah bersenang senang dan hur
hura sesaat. Inilah potret orientasi negeri ini, para muda negeri ini yang tak
pernah melihat tetangga. Dan kami sayang kepada ibu dan bapak kami yang selalu
berdoa agar buah hati nya lancar dan sukses menuntu ilmu diseberang sana. Kami
tidak tega meneteskan air matanya maka dari itu jangan lah teteskan air mata
ibu bapak kami !
.jpg)
Comments
Post a Comment