Skip to main content

Sejatinya cinta



                “ Pringsewu habis habis !” lantang pria tua itu yang tak lain adalah kondektur bus yang membawa saya dari jogja, alhamdullilah kaki ini memijak tanah kelahiranku selepas satu bulan menjalani bimbingan belajar untuk masuk peerguruan tinggi di jogja. Sore itu panas pringsewu menyambutku hiruk pikuk keramaian menemaniku menanti seorang pria yang akan menjemputku untuk tiba dirumah, saya sudah tidak sabar ingin bertemu ibu dan adik dirumah dan rasanya sangat rindu hati ini karena saya belum pernah pisah dengan mereka sedari kecil. Kedua bola mataku bergerak beriringan dan mendadak terfokus oleh objek yang tidak salah itu adalah bapak ku, saat beliau menyeberang melewati keramaian dan hendak mendekatiku, sendu menyambar hatiku ini kenapa, ia, rambut pria itu sudah banyak memutih yang menandakan ia sudah tua, rasanya baru satu bulan tidak bertemu, oh tuhan. Bapak ku tersayang kusambut dengan ciuman ditanganya.
Setibanya dirumah indraku melihat dan menetes, dengan pakaian ala ibu rumah tangga yang berbau dapur tangan surga itu aku sambut dengan kecupan, beliau sedang menyiapkan hidangan makanan yang kupesan via telepon sehari sebelum aku pulang. Sayur kangkung, bakwan dan lauk lele itu menjadi makanan kesukaanku, ketika hendak menyantap karena sudah lapar, ada gadis kecil yang lugu beranjak abg ya tuhan, itu adik ku hampir lupa aku, adik ku duduk dibangku smp kelas 2, ia adalah adik tersayang walau menjengkelkan. Dan akhirnya kami sekeluarga makan bersama sambil bersenda gurau bercerita tentang kisahku saat berada di kota pelajar.
Bulan suci ramadhan tiba esok hari, kami sekeluarga beranjak melaksanakan sholat terawih di masjid dan seterusnya menjalani hari hari dengan berpuasa berkumpul dengan keluarga, berantem dengan adik, dimarahi ibu, diperintah bapak, bosen dirumah pergi kesekolah ataupun berkumpul dan berorganisasi dan itu yang kujalani selama satu bulan lebih di rumah, malam takbir pun tiba dimana pada waktu itu harapan bagi umat islam agar dapat berkumpul dengan keluarga tercinta, merayakan hari raya kemenangan dan kembali suci dengan mengharap ridhoNya.
Kawan kawanku, terimaksih telah meluangkan waktu anda untuk berkunjung dan membaca tulisanku, mungkin kawan kawan telah melepaskan pulsa, kuota ataupun paket untuk sekedar masuk di blog saya dengan ingin membaca tulisanku. Saya mengucapkan banyak terimakasih dan semoga kawan kawan diberi kesehatan olehNya aamiin, kawan saya ingin melanjutkan cerita diatas dan takbir pun berkumandang hingga pagi hari kami sekeluarga berkunjung lagi ke masjid untuk sholat ied setelah itu kami kembali kerumah, sesusai sarapan dengan menu lebaran bapak mengajak bermaafan atau apalah bahasanya. Ibuku meminta maaf kepada bapaku keduanya berpelukan sehingga menimbulkan tetesan air mata yang disaksikan oleh aku dan adiku, lantas aku bermaafan dengan ibuku dan adiku dengan bapaku, bagaikan disambar guntur dan berlindung dibawah payung hitam, yang jarang sekali kurasakan, pelukanmu ibu meneteskan air mataku tak, ibu aku janji akan menjalani nasehatmu, ibu biarkan aku sejenak merasakan hangat peluk kasih sayangmu bu, begitu pun bapak, bapaku menangisiku beliau mengutarakan isi hatinya bahwa ia saying padaku, pelukan bapak seperti ini rasanya. Bapaku mencari nafkah untuk keluarganya.
Dan disaat aku menulis ini, ini adalah malam terakhirku di rumah, esok aku harus kembali pergi menuntut ilmu di jogja. Rumah, bapak, ibu, adik, sanak saudara, sahabat, sekolah, ipm rasanya belum puas aku bersamanya. Ibu aku pasti nanti kangen ibu dijogja sana, aku nggak lagi bisa makan makanan ibu, nanti jika ibu butuh sesuatu aku tak bisa lagi membantu ibu, dan aku tak bisa lagi setiap hari menatap wajah ibu yang cantik, aku kangen bu rendi kangen ibu, hanya suaramu dari telepon untuk mengobati rasa kangen ku, seaht ya ibu, doakan anakmu ini.
Bapak jaga ibu sayangilah ibu, dan adiku, bapak maafkan aku jika Selma ini aku membantah, kau sudah mengawasiku dari marabahaya diluar, aku banyak merepotkanmu. Bapak semoga kau sehat agar bisa memimpin keluarga ini. Anakmu saying padamu, aku akan kangen bapak disana, ayu adik ku yang cantik dan lugu nurut ya ndok, mmas ndak bisa lagi nganter kamu ngaji, ndak bisa bantu kamu cari tugas, ndak bisa lagi bercanda dan berantem lagi sama mamas, hanya bisa ngbrol lewat telepon. Ayu adiku, nurut ya ndok sama ibu bapak jangan nakal, semoga kamu sehat dan belajar yang rajin.
Ya allah bimbinglah hamba dijalanmu dan berilah keluarga kami ketabahan dan kesehatan, ya allah berilah rezeki yang halal untuk kedua orang tuaku, berilah umur panjang dan kesehatan, ya allah kasihanilah kedua orang tuaku sebagaimana mereka mengansihaniku sewaktu kecil. Aamiin

Rendi/ kamar kost jogja 


Comments

Popular posts from this blog

Dibuang Sayang 3

Tadabur Ilmu Sosial Profetik Kuntowijoyo Oleh   : Rendi Eko Budi S / Mahasiswa S1 Ilmu Komunikasi UMY 2014 Menilik sekilas perkembangan ilmu pengetahuan dalam sejarah, dapat kita bagi berdasarkan periodesasi filsafat, yang biasanya sering dimulai dari zaman Yunani kuno, dalam kurun waktu 624 – 370 SM. Dalam kurun waktu di tahun tersebut berkembanglah pengetahuan dan keyakinan yang bermula dari kepercayaan mitologi dan dewa dewa, serta pandangan sentral akan asal muasal alam raya, atau dapat juga disebut dengan kosmosentrisme. Beranjak dari pelbagai mitologi yunani, hadirlah para filosof zaman Yunani kuno yang dapat disebut juga filosof pra Socrates: Filsafat Alam, banyak filosof yang lahir di zaman ini seperti Thales, Phytagoras, Heraklitus, Demokritus dan masih banyak lagi. Para filosof itu mencetuskan buah pikiranya, dengan seri diskursus kosmosentris melalui berbagai cara memperolehnya (epistimologi) baik secara empiris, rasional maupun intuisi, yang selanjutnya buah dar...

Kesunyian Übermensch om berkumis

Gambar berasal  di sini Bagiku, dalam hal pendiasporaan sangatlah dibutuhkan kekuatan "organik" yang berangkat dari akar rumput, maka dari itu sangatlah perlu kita meluaskan pandangan dan pengetahuan, "mekanik" akan selalu menjadi patronya untuk mencapai suatu etikat kebersamaan dan kebijaksanaan. kekuatan organik yang dipupuk sejak awal, dengan penuh kasih dan perenungan pastilah sangat menghindari  "itik se attelor, ajam se ngeremme" .  kekuatan itu akan selalu diharapkan semua umatnya. karena lahir untuk mengasihi semua umatnya, dan dimiliki oleh bersama dalam satu ikatan kebersamaan.(Rendi)

Peradaban jogja

Oleh   : Rendi Eko Budi S / komfak fisipol umy Jogja   kota menawan bagi para pelajar dan wisatawan Jogja menyimpan genangan cakrawala ilmu bagi setiap insan Jogja punya seribu satu cerita tentang problematika kehidupan                 Disana, terlahir cendikiawan abadi dan berpendidikan                 Bersama kisah pilu merebut kemerdekaan Jogja punya cerita cinta dengan pelancong kehidupan Cinta, budaya, agama, warna dan angkringan                 Kini, jogja ramai ringkih dan rentan                 Ramai, gedung pencakar yang mengusik nostalgia angkringan                ...