Skip to main content

Pinjam Pulpen ?


Pinjam Pulpen ?

Dengan menunggangi kuda besi dari lereng merapi menyusuri jalan yang asing bagiku, aku tidak seorang diri Namun dengan kakak sepupuku dan dibelakangnya aku melihat kekanan dan kekiri, apa kawan – kawan Tahu apa yang kulihat ? bukan, bukan pemandangan bukan juga gedung pencakar langit namun banner yang Terpampang dan tertancap dipinggir jalan, iklan, dan lampu merah 100 detik yang daerah yang di daerah Asalku tidak ada, hehehe. Apakah kawan – kawan tahu aku mau bepergian kemana ? ia pasti tidak tahu lah Gimana sih saya ini, hehehe saat pukul 8.30 pagi saya berangkat dari rumah yang beralamatkan di Pakem, Hargobinangun, Sleman, Yogyakarta menuju UMY ( Universitas muhammadiyah Yogyakarta) usut punya Usut UMY adalah perguruan tinggi swasta terbaik di Indonesia yang letaknya di yogya kawan – kawan, Oh Iya bukan hanya itu saja yang aku lihat dan fikirkan sepanjang menyusuri jalan menuju UMY kawan, mau Tahu apa ??? hahaha
Niatku sesampainya di kampus UMY lantas beranjak mendaftar melalui jalur CBT ( Computer Bassed Test) ia benar sekali hari itu tes hari itu juga pengumuman atau bahasa inggrisnya One Day Service, hehehe Dengan bermodalkan dua ratus ribu rupiah aku memperoleh nomor tes aku dan kakak sepupu menunggu Panggilan pelaksanaan tes di sofa yang telah disediakan, dan sangat jenuh rasanya kawan – kawan saat Menunggu giliranku tes cbt, aku mencoba mensiasati dengan belajar materi TPA ( Tes Potensi Akademik) Dibuku yang aku bawa.  Sudah cukup lama aku menunggu aku tengok kanan tengok kiri nampaknya calon Pendaftar banyak sekali kawan – kawan, pernah lihat audisi Indonesia Idol ? nah seperti itulah gambaranya, Dan aku pun lantas bertanya kepada panitia”  Asalamualaikum mbak, saya menunggu panggilan tes cbt, Sampai jam sekarang kok belum dipanggil waktu sudah mendekati sholat jum’at ?” tanyaku halus, yah Ternyata tes bagi ikhmawan nanti setelah solat jum’at, sekarang diperuntukan bagi ikhmawati dahulu aku dan Kakak sepupuku lantas beranjak meninggalkan kampus yang hijau dan luas tersebut untuk melepas dahaga Dan “sedikit” mengisi perut, hahaha ia sedikit kawan- kawan aku bersama kakak sepupuku minum es teh Dan jajanan angkringan khas jogja, setelah itu baru beranjak mencari masjid untuk melaksanakan kewajiban Sholat yang diperuntukan bagi ikhmawan, tidak jauh letaknya 100 meter sebelah selatan UMY, setelah Selesai sholat aku pun memanjatkan doa kepada Nya agar lancar dalam mengerjakan soal – soal tes.
“Rendi Eko Budi Setiawan” ucap lantang panitia, Aku pun minta doa kepada kakak sepupuku dan beranjak Keruang yang telah ditetapkan untuk melaksanakan tes CBT bersama kawan – kawan sebaya yang belum Aku kenal sekalipun dari berbagai daerah. Aku bingung mau duduk mana ? masih banyak yang kosong Namun langkahku tertuju dimeja betempatkan komputer disamping wanita berhijab, sekilas aku melihat Wajahnya, wkwkwkw benar sekali kawan – kawan cantik dan sepertinya sholeha. Namun sesuai perintah Allah akupun menundukan pandangan . “Silahkan tanda tangan lima kali diformulir yang kalian bawa” ujar Pengawas dan aku merogoh tas tetapi alat tulisku ketinggalan dirumah, waduh kacau untungnya aku tes CBT Ya, kalau bukan rempong deh aku. “ Mbak boleh saya pinjam pulpenya sebentar” ucapku nada lembut, Diapun meminjamkan pulpenya kepadaku, dan sebelum tes dimulai kami semua berdoa agar semuanya Lancar. Fokus dan percaya diri itulah selama 60 menit yang saya lakukan selama dicecar 100 soal TPA, Akhirnya tes pun usai dengan mengucap alhamdulilah kupasrahkan hasil kepada Nya. “ Terimakasih pulpunya Tadi ya mbak” ucapku kembali dengan nada lembut. Hehehe selanjutnya tinggal menunggu hasil tes lulus atau Tidak, harap dan cemas menghampiriku. Satu jam sudah aku menunggu dan ada suara menanyakan “ yang Tes CBT tadi belum ada hasilkan ?” ucap wanita yang meminjamkan pulpen kepadaku tadi, “ oh iya belum, Mungkin sebentar lagi” jawabku. Kulihat wajahnya yang cantik itu sekilas, namun aku takut langsung Kutundukan pandanganku, sepintas terlintas dibenaku apakah dia jodohku ya allah ? allah selalu mempunyai Cerita mempertemukan sepasang tulang rusuk. Ah fikiranku lari kemana – mana, sekarang waktunya Mengejar mimpi, aku berharap bisa masuk di fakultas ilmu sosial dan politik, program studi Ilmu Komunikasi, Aku beranjak pergi meninggalkan tempat dudukku untuk memberitahu kakak sepupuku bahwa tes sudah Selesai dan tinggal menunggu hasil, sekitar 30 menit.
Kabar gembira dari petugas panitia yang duduk dimeja panjang bagian informasi, ia aku diterima dan lulus di Prodi Ilmu komunikasi. “ alhamdullilah ya allah” ucap lirihku, mudah mudahan hasil ini menjadi kabar baik Untuk kedua orang tuaku dirumah, mereka berharap aku diterima dan dapat meneruskan pendidikan
Ditempat yang sekarang aku pijak. Dua tiga tetes air mata menetes dipipiku ini semua untukmu ibu dan Bapak, aku berlari menuju kakak sepupuku menyapaikan bahwa aku lulus raut wajah kakak sepupuku yang Sedari tadi lesuh dan lemas karena saking lamanya menungguku, seperti ikhlas terbalas karena aku lulus Wajahnya kembali berenergi. “ bapak sedari tadi menghubungi via telpon, bagaimana hasil tes rendi mas ?” Ujar bapak via sms. Aku ingin mengabari tapi apa boleh buat saldo pulsaku habis jangankan telpon sms pun Gagal, hehehe.
Aku berbalik arah kebelakang mencari wanita yang baik hati telah meminjamkan pulpenya padaku, hati Bertanya apakah dia lulus atau tidak ya ? aku lihat lihat namun aku tidak menemukanya, akupun berdoa agar Wanita baik hati itu juga diterima, dan mungkin suatu saat aku bisa bertemu dia kembali, hehehe dengan kembali menaiki kuda besi bersama kakak sepupuku aku sungguh bahagia sepanjang jalan menuju rumah, Sujud syukurku pada Nya akhirnya apa yang aku cita – citakan masuk di Ilmu komunikasi Umy tercapai. Aku buka laptop bersamaan dengan menancapkan modem guna terhubung ke internet untuk membeli pulsa Sebesar 25.000, aku hubungi orang tuaku untuk menyampaikan berita bahwa aku lulus Ilmu Komunikasi, Ibu Dan Bapak semakin bersemangat mencari rezeky untuk membiayai kedua anaknya karena mendapat Kabar Aku lulus UMY, ia aku punya adik perempuan yang masih duduk dibangku smp, air mataku kembali Menetes bukan hanya satu sampai tiga tetes saja namun menangis tersedu mengingat orang tua dirumah. Aku Harus Sukses !


Comments

Popular posts from this blog

Dibuang Sayang 3

Tadabur Ilmu Sosial Profetik Kuntowijoyo Oleh   : Rendi Eko Budi S / Mahasiswa S1 Ilmu Komunikasi UMY 2014 Menilik sekilas perkembangan ilmu pengetahuan dalam sejarah, dapat kita bagi berdasarkan periodesasi filsafat, yang biasanya sering dimulai dari zaman Yunani kuno, dalam kurun waktu 624 – 370 SM. Dalam kurun waktu di tahun tersebut berkembanglah pengetahuan dan keyakinan yang bermula dari kepercayaan mitologi dan dewa dewa, serta pandangan sentral akan asal muasal alam raya, atau dapat juga disebut dengan kosmosentrisme. Beranjak dari pelbagai mitologi yunani, hadirlah para filosof zaman Yunani kuno yang dapat disebut juga filosof pra Socrates: Filsafat Alam, banyak filosof yang lahir di zaman ini seperti Thales, Phytagoras, Heraklitus, Demokritus dan masih banyak lagi. Para filosof itu mencetuskan buah pikiranya, dengan seri diskursus kosmosentris melalui berbagai cara memperolehnya (epistimologi) baik secara empiris, rasional maupun intuisi, yang selanjutnya buah dar...

Kesunyian Übermensch om berkumis

Gambar berasal  di sini Bagiku, dalam hal pendiasporaan sangatlah dibutuhkan kekuatan "organik" yang berangkat dari akar rumput, maka dari itu sangatlah perlu kita meluaskan pandangan dan pengetahuan, "mekanik" akan selalu menjadi patronya untuk mencapai suatu etikat kebersamaan dan kebijaksanaan. kekuatan organik yang dipupuk sejak awal, dengan penuh kasih dan perenungan pastilah sangat menghindari  "itik se attelor, ajam se ngeremme" .  kekuatan itu akan selalu diharapkan semua umatnya. karena lahir untuk mengasihi semua umatnya, dan dimiliki oleh bersama dalam satu ikatan kebersamaan.(Rendi)

Peradaban jogja

Oleh   : Rendi Eko Budi S / komfak fisipol umy Jogja   kota menawan bagi para pelajar dan wisatawan Jogja menyimpan genangan cakrawala ilmu bagi setiap insan Jogja punya seribu satu cerita tentang problematika kehidupan                 Disana, terlahir cendikiawan abadi dan berpendidikan                 Bersama kisah pilu merebut kemerdekaan Jogja punya cerita cinta dengan pelancong kehidupan Cinta, budaya, agama, warna dan angkringan                 Kini, jogja ramai ringkih dan rentan                 Ramai, gedung pencakar yang mengusik nostalgia angkringan                ...