Skip to main content

Buat lo lo pada yang sudah mentok dan gak bisa jawab

Metode Tepis : Metode TEbak Pakai Ilmu Statistik

Metode yang sering digunakan bila sudah mentok ketika mengerjakan soal Pilihan Ganda. Daripada menghitung kancing mendingan pakai metode yang lebih ilmiah.

Caba dalami bagaimana pikiran si pembuat soal. ketika membuat soal, si pembuat soal pasti sudah menyiapkan jawabannya. Misalkan, jawaban dari soal adalah "2". Jawaban tersebut pasti diletakkan random pada pilihan jawaban, misalkan dipilih pada jawaban A. Pilihan jawaban A sudah terisi angka 2, masih menyisakan 4 pilihan lagi. Si pembuat soal pasti berpikir beberapa orang yang ketika mengerjakan soal akan salah cara atau kebalik tanda sehingga mendapatkan nilai yang mirip dengan jawaban. Si pembuat soal menyiapkan jawaban pengecoh menjadi angka -2 pada jawaban B, misalnya. Si pembuat soal lalu berpikir ada yang lupa untuk mengkuadratkan jadinya jadi akar2 pada jawaban C. Si pembuat soal lagi-lagi berpikir kalau ada yang mengerjakan kebalik, sehingga menyiapkan jawaban 1/2 pada jawaban D. Yang terakhir, si pembuat soal telah kehabisan ide, dia menggunakan angka paling sembarang, misalkan 9.

Jadi jawaban : A.2     B. -2     C. akar2      D. 1/2      E. 9

biasanya orang yang tidak tahu menggunakan teknik ini akan gampang terjebak, tertarik dengan angka yang berbeda sendiri yaitu 9, sehingga jawaban dari orang tersebut salah.

langkah-langkah untuk menjawab soal tersebut secara garis besar :
1. Lebih banyak jawaban yang positif, berarti jawaban B salah
2. Lebih banyak yang tidak di akar, berarti jawaban C salah
3. Lebih banya yang pecahan, berarti jawaban D salah

berarti kesimpulan jawaban yang kita prediksikan adalah jawaban A.

Comments

Popular posts from this blog

Dibuang Sayang 3

Tadabur Ilmu Sosial Profetik Kuntowijoyo Oleh   : Rendi Eko Budi S / Mahasiswa S1 Ilmu Komunikasi UMY 2014 Menilik sekilas perkembangan ilmu pengetahuan dalam sejarah, dapat kita bagi berdasarkan periodesasi filsafat, yang biasanya sering dimulai dari zaman Yunani kuno, dalam kurun waktu 624 – 370 SM. Dalam kurun waktu di tahun tersebut berkembanglah pengetahuan dan keyakinan yang bermula dari kepercayaan mitologi dan dewa dewa, serta pandangan sentral akan asal muasal alam raya, atau dapat juga disebut dengan kosmosentrisme. Beranjak dari pelbagai mitologi yunani, hadirlah para filosof zaman Yunani kuno yang dapat disebut juga filosof pra Socrates: Filsafat Alam, banyak filosof yang lahir di zaman ini seperti Thales, Phytagoras, Heraklitus, Demokritus dan masih banyak lagi. Para filosof itu mencetuskan buah pikiranya, dengan seri diskursus kosmosentris melalui berbagai cara memperolehnya (epistimologi) baik secara empiris, rasional maupun intuisi, yang selanjutnya buah dar...

Kesunyian Übermensch om berkumis

Gambar berasal  di sini Bagiku, dalam hal pendiasporaan sangatlah dibutuhkan kekuatan "organik" yang berangkat dari akar rumput, maka dari itu sangatlah perlu kita meluaskan pandangan dan pengetahuan, "mekanik" akan selalu menjadi patronya untuk mencapai suatu etikat kebersamaan dan kebijaksanaan. kekuatan organik yang dipupuk sejak awal, dengan penuh kasih dan perenungan pastilah sangat menghindari  "itik se attelor, ajam se ngeremme" .  kekuatan itu akan selalu diharapkan semua umatnya. karena lahir untuk mengasihi semua umatnya, dan dimiliki oleh bersama dalam satu ikatan kebersamaan.(Rendi)

Peradaban jogja

Oleh   : Rendi Eko Budi S / komfak fisipol umy Jogja   kota menawan bagi para pelajar dan wisatawan Jogja menyimpan genangan cakrawala ilmu bagi setiap insan Jogja punya seribu satu cerita tentang problematika kehidupan                 Disana, terlahir cendikiawan abadi dan berpendidikan                 Bersama kisah pilu merebut kemerdekaan Jogja punya cerita cinta dengan pelancong kehidupan Cinta, budaya, agama, warna dan angkringan                 Kini, jogja ramai ringkih dan rentan                 Ramai, gedung pencakar yang mengusik nostalgia angkringan                ...