Pekan kemarin. Setidaknya, sebagai
awam yang menerima segala arus pengetahuan yang ndakik ndakik. Saya telah membuktikan ketangkasan Disrupsi yang
tengah menamani kehidupan kita. Bagaimana tidak, sebagai fresh graduate yang sebenarnya nggak fresh fresh amat (lulus telat atau lama), dengan berbekal surat keterangan
lulus, saya nekat menawarkan diri saya untuk dilamar oleh perusahaan startup yang ada di kota yang cukup
padat kendaraan di pagi dan sore hari. Disamping juga sebuah kota yang mengunggulkan
Gudeg sebagai makanan khas yang kalau dilihat. Bagi saya, seperti menu nget ngetan. Tapi tetap, saya juga
doyan. Heuheuheu
Tidak singkat cerita, namun lama menunggu, saya
mendapat pemberitahuan lewat watsapp,
agar saya dapat mengikuti wawancara dengan Hepicar. Oh iya, sebelum jauh,
kiranya perlu saya jelaskan kalau Hepicar hadir sebagai startup otomotif di
Yogya, yang menawarkan jasa memperbaiki kendaraan yang bermasalah dengan tiba
tiba. Pokoknya terjadi tidak sesuai rencana, dan pastinya sangat tidak
diinginkan. Ingin tahu lebih, silahkan kunjungi akun media sosialnya semoga
dapat memberi kawan kawan pengertian yang lebih soal jati dirinya.
Dan saat hari pemberitahuan itu juga,
saya tidak bisa memenuhi undangan yang sangat dekat dengan mungkin penolakan, atau
penerimaan kerja akhirnya, dilain sisi. Saya juga harus menghadiri upacara
khidmat yang biasa disebut orang sebagai prosesi wisuda. Dan barang tentu saya
pasti memilih dating wisuda tho, lha wong bapak dan ibu saya sudah jauh jauh datang
dari seberang.
Ini kembali soal disrupsi itu,
memutuskan balik arah sesudah saya mengantar kedua orang tua ke Bandar udara .
dan mak tratap, saya dikagetkan
dengan kejadian yang tidak diinginkan dan tidak sesuai rencana. LMPV Ertiga yang
saya kendarai mengalami kebocoran ban di bagian kiri belakang. Tentu saya yang
bukan good driver, yang tidak sepaket
bisa nyopir dan mengganti ban serta hanya berbekal SIM A. Agak sedikit panik dan berusaha tenang sembari menggiring mobilke
lajur sebelah kiri. Agar tetap terlihat revolusioner dan melawan. Dan tak lupa saya sentuh tombol hazard. Agar lampu
kelap kelip terus hidup dan terpandang radius jauh.
![]() |
| untung ban tubeles, masih bisa diajak minggir ke lajur kiri barang 2 meteran |
Dan saat itu pula, saya berpendapat.
Selain mahir menyetir, syarat lulus SIM A adalah mampu mendongkrak mobil, untuk
mengganti ban yang berkendala. Dan saat itu juga saya langsung mengunduh,
menginstal, dan sign up sebagai pelanggan Hepicar di peranti pintar saya. Tak menunggu
lama orderan saya tiba, seorang berperalatan lengkap hadir, menemui dengan
sigap dan melakukan apa yang seharusnya dilakukan.
![]() |
| lupa nama mas nya itu, lancar rezeki nggih mas. |
Dan sungguh saya telah merasakan
ketangkasan era disrupsi. Bayangkan, bengkel bengkel telah bergabung dengan
teknologi yang mampu memperluas area pendapatanya, yang tanpa sekat dan tiba
tiba klintong klintong “panggilan datang di jalan ini dan titik ini”.
Dan saat itu pula saya menganulir pendapat saya tentang pemilik SIM A harus
bisa mendongkrak dan mengganti ban, biarlah kepakaran teknis itu dimiliki oleh
orang lain, karena mungkin bagi Hepicar, kendala
anda adalah rezeki kami. Akhir membual, terimaksih Hepicar, terimakasih
teknologi dan sambutlah era disrupsi dengan menyenangkan.


Comments
Post a Comment